Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Puisi Senandung Lelaki Saleh


Ketika Akad Nikah di Deklarasikan

sesungguhnya kita telah mengambil satu dari tiga perjanjian yang sangat berat

yang pernah Allah berikan kepada manusia

di detik itu, bergantilah perpindahan amanah

dari orang tua kepada putrinya

menjadi tanggung jawab seorang suami terhadap istrinya…..

Itulah Makna akad nikah sejatinya

Maka Allah menegur kita sebagai seorang suami

tentang persaksian akad itu

“Katakanlah : Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya…. ” QS Al Isra 96

Ini adalah panduan tentang niat

karena apa kita menikahi wanita yang sekarang menjadi istri kita itu.

Semua harus kita muhasabah

agar Arah Rumah Tangga memiliki Cita-cita yang jelas

mau dibawa kemana?

agar menikah tidak dimaknai sekedar memiliki keturunan

atau hanya untuk status saja.

Maka Suami Sholeh

adalah keharusan yang melekat pada dirimu

Suami Sholeh

harus menjadi karakter, pada diri lelaki beriman

Maka upaya penumbuhan

penjagaan Cinta di langit Jiwa Istrinya

adalah keharusan

Penumbuhan itu

kata kuncinya adalah

engkau tak menyakiti hati nya

apakah hanya itu?

Tidak….!!

setelah Penumbuhan

maka harus ada perawatan akan cinta itu

ini dikenal dengan nama

Menselaraskan Komunikasi

Iya

Komunikasi

karena tanpa komunikasi

kita tak akan pernah tahu

suasana hati istri kita

maka jangan menjadi suami pendiam !!!

berbicara ketika hanya ada masalah saja….!

Setela Perawatan

maka kita kenal dengan nama Perlindungan atau penjagaan akan cinta itu

tujuannya adalah untuk melindungi

agar cinta itu, menghujam dalam di hati istri kita

dan menjulang tinggi di langit jiwanya

Bahasa lain nya harus ada Kejujuran pada dirimu

karena dusta akan selalu melahirkan dusta

maka tak boleh ada dusta diantara dirimu dengan dirinya

Suami Sholeh bukan suami yang tak pernah salah

hanya saja suami sholeh itu, tahu, ketika dirinya salah, dia mengakui kesalahannya dengan jujur, dan tak kembali jatuh di lubang kesalahan itu….

Penumbuhan, Perawatan dan Penjagaan

adalah SENANDUNG CINTA SUAMI SHOLEH

Ini semua adalah proses

didalam kehidupan berumah tangga

dan proses proses itu harus kita lewati

inilah dinamika dalam rumah tangga

maka menjadi Suami Sholeh adalah keharusan

setiap lelaki beriman….

Agar rumah tangga kita seperti yang dikatakan Nabi saw

“Baiti Jannati”

maroji`:@abatasa

layer7 security fb

layer7 security fb

C:\WINDOWS\system32\drivers\etc

127.0.0.1 localhost
127.0.0.1 www.facebook.com (ditambahkan yang ini)

tor vidalia





to be continues to read more.....

ultrasuft


continue to more details......

Pesan-pesan Al Quran Tentang Tujuan Hidup

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur�an tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Nasehat ini untuk semuanya ..........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu....

Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........

Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan�an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....

Amin....

sumber:http://aslamiyah.cybermq.com/post/detail/11962/pesan-pesan-al-quran-tentang-tujuan-hidup-

Izinkan Aku Menikahimu

Menikah itu...
* Menyelamatkan Perasaan
* Menyelamatkan Harga Diri
* Menyelamatkan Kehormatan
* Menyelamatkan Pikiran
* Memperjelas Nasab

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا
لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي
ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum [30]: 21)

Tujuan Pernikahan Menurut Islam
# Memenuhi naluri untuk melanjutkan/melestarikan keturunan
# Meningkatkan ibadah kepada Allah Swt.


# Menegakkan rumah tangga yang islami
# Menyelamatkan akhlak
# Mendapatkan keturunan yang shalih/shalihah

Bilakah Aku Jatuh Cinta
Rabbi... Aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh hati
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Rabbi... Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu
yang tak terbatas Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Rabbi... Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati
Pilihkan untukku seorang yang hatinya
penuh dengan kasih dan cinta-Mu Dan membuatku makin menganggumi-Mu

Rabbi... Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami, Jodohkanlah kami, Satukanlah kami, Berilah kami kesempatan untuk lebih
mendekati cinta-Mu, Dalam suasana yang sakinah, mawaddah dan rahmah

Rabbi... Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Izinkanlah aku untuk menemui kerinduan-Mu
Dari Seorang Teman yang Tak Kutahu Namanya

Sebelum “Nekat” Menikah, bekali diri dengan…
> Jangan abaikan soal biaya
> Poles mental supaya mantap
> Tidak buta tentang ilmu seputar pernikahan
> Komunikasikan dengan keluarga dan pihak terkait

Cinta dan Mencintai
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat
Cinta membutuhkan proses
Cinta itu konstruktif
Cinta cenderung konstan
Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik
Cinta berani melakukan hal menyakitkan (demi yang dicintai)
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi
Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan
Cinta tidak buta, tapi menerima
Cinta tidak melenyapkan semua masalah

Membangun Keluarga “Samara”: Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah
# Saling percaya
# Saling peduli
# Saling menguatkan
# Saling mendukung
# Perhatian
# Menjalin komunikasi yang baik dan sehat
# Semua dilandasai dengan keimanan kepada Allah Swt.

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ
أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآَخِرَةِ
Hendaklah seseorang di antara kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang beriman yang menolong orang itu menggapai akhirat (HR. Ibnu Majah, no. 1846)

أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ
إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ
Maukah engkau aku beri tahu sesuatu yang (paling berguna) ditimbun oleh seseorang, wanita shalihah apabila ia (suami) memandangnya ia (isteri) menjadikannya senang, apabila memerintahkannya ia pun mentaatinya, dan apabila ia tidak ada maka ia (isteri) menjaganya (HR. Abu Daud, no. 1417)

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالرَّجُلُ
رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا
وَهِيَ مَسْئُولَةٌ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ أَلاَ
فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban. Imam adalah pemimpin, dia dimintai pertanggungjawaban. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia dimintai pertanggungjawaban. Isteri adalah pemimpin di rumah suaminya, ia dimintai pertanggungjawaban. Hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya, ia dimintai pertanggungjawaban. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian dimintai pertanggungjawaban (HR. Bukhari, no. 4789)

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ َلأَََََحَدٍ لأَِمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ
لِزَوْجِهَا
Andai aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud pada orang lain niscaya akan aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya (HR. Turmudzi, no. 1079)

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ
Perempuan manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridlo kepadanya niscaya ia akan masuk sorga (HR. Turmudzi, no. 1071)

Peran dari Orangtua dan Keluarga Besar :
> Memberikan arahan dan bimbingan
> Mendukung jika itu adalah kebenaran
> Peduli tapi tidak mencampuri urusan
> Perhatian tapi tidak mengatur terlalu jauh
> Menyayangi, tetapi tidak memaksakan kehendak
> Mendoakan dan membantu sekuat kemampuan. Baik solusi berupa ide maupun materi

Sekadar nasihat sederhana...…
"Dahulu Anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka Anda. Tetapi sejak pagi ini, bila Anda belum juga pulang setelah larut malam, di rumah Anda ada seorang wanita yang tak bisa tidur karena mencemaskan Anda.
Kini, bila berhari-hari Anda tidak pulang tanpa berita, di kamar Anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu, bila Anda mendapat mushibah, Anda hanya akan mendapat ucapan, "Turut berduka cita" dari sahabat-sahabat Anda.
Tetapi kini, seorang isteri akan bersedia mengorbankan apa saja agar Anda meraih kembali kebahagiaan Anda. Anda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah untuk berbagi suka dan duka dengan Anda"
[Fauzil �Adhim, "Menuju Pernikahan Barakah"]

sumber:http://aslamiyah.cybermq.com/post/detail/12313/izinkan-aku-menikahimu

Karena Kau Tak Cantik, Maafkan Aku Jika Terpaksa Pilih Dia

Cantik, anggun, menawan, mempesona, cerdas, kaya, berhati jahiliyah, berakhlak buruk.

Jelek/sedang (kan relative), miskin, tidak cukup cerdas, beriman, taat, shaliha, berakhlak baik.
Jelek/sedang (lagi-lagi relative) miskin, tidak cukup cerdas, berhati jahiliyah, tidak mengindahkan aturan Islam, berakhlak buruk.

Pilihan hanya tiga di atas. Karena yang, cantik, anggun, menawan, mempesona, shaliha, berakhlak baik, stoknya tidak selalu ada. Kalaupun ada, sudah keduluan orang lain.


Tidak sedikit pria beriman yang akhirnya memilih wanita kedua, karena ia memandang keimanan dan ketaatan si akhwat. Bukan rupa wajahnya, karena ia menyadari bahwa nilai kecantikan seorang wanita bukan terletak pada kecantikan rupanya. Melainkan pada akhlaknya. Jika akhlaknya bagus, insya Allah, dialah yang akan mampu diajak untuk menjalani biduk rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah. Seperti yang didambakannya.

Wanita yang rupa wajahnya cantik memang akan mudah sekali dikenali pada saat pertama berjumpa. Namun, kecantikan yang terpancar dari aura keimanan wanita yang wajahnya tidak seberuntung wanita cantik, kadang baru akan bisa dikenali setelah beberapa waktu berdekatan. Dan ini tentu tidak akan merugikan ikhwan yang telah memilihnya untuk mendampingi perjuangannya. Karena sungguh, wanita dengan wajah tidak cantik namun shaliha, insya Allah akan lebih unggul dibanding wanita yang cantik namun berhati jahiliyah.

Lantas bagaimana dengan wanita yang tidak cantik namun berakhlak buruk? Berhati jahiliyah? Apalagi jika ketahuannya setelah dinikahi. Betapa malang yang menjadi suaminya! Dan fakta semacam ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Bahkan bisa jadi kita sendiri orangnya. Naudzubillah. Semoga tidak.

Ada berapa banyak di dunia ini wanita yang seperti ini?
Cantik tidak, kaya tidak, karir tiada, ilmu belum ada, menjadi shalihapun hanya pura-pura. Bagaimanalah ini?

Semula orang terpikat karena tampak kasalihahannya, tapi ternyata judesnya melebihi wanita-wanita jahiliyah? Apa yang bisa didapat seorang suami dari wanita semacam ini? Tekanan? Betapa kejam. Terakhir, jangan salahkan jika akhirnya para ikhwan memutuskan untuk memilih wanita yang cantik. Toh memilih yang jelekpun tetap tidak menghargai perintah agama!
Bisa jadi wanita cantik yang berakhlak buruk itu masih bisa dituntun ke jalan-Nya, untuk berbenah. Lha kalau wanita yang sudah tahu namun tidak menjalani? Bisa jadi sulit mengarahkannya. Wallahua’lam…

Intinya, untuk teman-teman muslimah yang saya cintai, jika antum merasa wajah tidak cantik. Percantiklah dirimu dengan akhlaqul karimah, agar kelak antum tidak mengecewakan suami antum. Semoga kelak menjadi para bidadari-bidadari surga di firdaus-Nya…

Semakin mendekatlah kepada-Nya.

Diambil dari : http://www.muslimdaily.net

Kesaksian Sehelai Bulu Mata

Alkisah, pada hari pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili.Ia di tuduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat.Tetapi ia bersikeras membantah,”Tidak. Demi langit dan bumi, sungguh itu tidak benar.Saya tidak melakukan semua itu, “.


Namun, malaikat berkata,”Tetapi, saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri kedalam dosa.”Orang itu menoleh kekiri dan kekanan, lalu ke segenap penjuru.Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri.Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah,” Manakah saksi-saksi yang kau maksud?.Disini tidak ada siap-siap kecuali aku dan suaramu,”

.”Inilah saksi-saksi itu,” ujar malaikat.Tiba-tiba mata angkat bicara,”Saya yang memandangi.”Disusul oleh telinga,”saya yang mendengar.”Hidung pun tidak ketinggalan,”Saya yang mencium.”Bibir ikut mengaku,”Saya yang merayu.”Tangan meneruskan,”Saya yang memegang,”Kaki menyusul.”Saya yang dipakai lari ketika ketahuan.”Dalam keadaan putus asa, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya,”Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi.”Malaikat kemudian menjawab,”Silakan.”

Bulu mata itupun berkata,”Terus terang saja, saat menjelang ajalnya, pada saat tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata.Saat itu, ia menangis menyesali perbuatan buruknya.Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba yang bertobat, walaupun selembar bulu matanya yang terbasahi air mata, dia sudah diharamkan dari ancaman api neraka?Maka saya selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan.”

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan diantarkan kesurga.Sampai terdengar suara bergema kepada para penghuni surga,”Lihatlah, Hamba Allah ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata.”

semoga kita bisa mengambil hikmahnya

sumber: http://cybersalma.cybermq.com/post/detail/12426/kesaksian-sehelai-bulu-mata

Paham Abu Lahab

Paham Abu Lahab
Assalamualaikum WRB

Segala Puji hanya milik Dzat yang Maha Mulia, yang ditanganNya tergenggam nyawa-nyawa seluruh mahluk semesta alam..yang Maha Kekal sebelum segala sesuatunya ada, dan akan tetap Kekal setelah segala sesuatunya tiada.Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampunanNya.Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amal perbuatan kita.


Shalawat dan Salam kepada Baginda Rasulullah SAW, Kekasih Allah juga para ahlul bait dan para sahabat2 beliau yang kita sebagai ummatnya, saudara seIman mereka di masa sekarang ini belum pernah melihatnya tapi tetap merasakan kehadirannya dan senantiasa merindukan perjumpaan dengannya.

Saudaraku seiman, Agama adalah suatu hal yang sangat mulia, Agama adalah maksud diciptakan dan dihantarnya manusia kemuka bumi, tempat bersandarnya semua manusia, sumber kebahagiaan semua manusia bahkan menjadi sumber asbab mulia atau hinanya seorang hamba.

Nabi dan Rasulpun Allah SWT hantar hanya untuk perkara Agama saja,
Dikisahkan Hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan semua penduduk Makkah di bukit Shafa. Beliau bersabda:

“…Wahai Bani Fihr, wahai bani Ady, wahai semua orang Quraisy. Apa pendapat kalian jika sekiranya kukabarkan bahwa di balik bukit ini ada sepasukan berkuda bersenjata lengkap mengepung, siap menyerbu Makkah dan melumatkannya?”

Maka sontak seluruh manusia yang berkumpul pada hari itu menjawab,

“Sungguh kami belum pernah mendengar ada kedustaan keluar dari lisanmu. Jika engkau berkata seperti itu maka kami akan mempercayainya. Engkau adalah Al Amin.”

Maka Rasulullah SAW pun tersenyum serta melanjutkan,

“Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku adalah pembawa peringatan dari sisi Allah sebelum datangnya ‘azab yang besar…”

Maka geger dan gemparlah seluruh manusia yang mendengarkan perkataan tersebut. Banyak diantara mereka yang bertanya-tanya dan banyak pula yang hampir menyatakan kepercayaannya pada Muhammad. Hingga di tengah keributan dan kebingungan manusia itu tampillah seorang laki – laki berkulit putih, bermata juling, dan berpakaian sutera dengan sikap badan menantang maju ke depan, mengacungkan tangannya ke wajah sang Rasul sambil berteriak,

“Tabban laka ya Muhammad ‘asyaral yaumu!!! Alihaadza jama’tana?!!!”, “Celakalah engkau ya Muhammad sepanjang hari ini!!! Apakah untuk urusan seremeh ini kami semua kau kumpulkan?!!”

Saat itulah Allah membalas perkataan lelaki itu langsung dari langit ketujuh,

“Tabbat yadaa Abi Lahaabiw wa Tabb!”, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar – benar binasa!”. Abu Lahab, itulah nama lelaki itu. Sebuah nama yang tetap abadi di dalam Al Quran sebagai simbol penentang da’wah.

Sebuah pelajaran menarik dapat diambil dari kisah asbabun nuzulnya (sebab turunnya) surah Al Lahab di atas, yaitu ketika Abu Lahab berkata, “Apakah untuk urusan seremeh ini kami semua kau kumpulkan?!!” Bagi Abu Lahab urusan kenabian, urusan agama, urusan dunia dan akhirat adalah sesuatu yang remeh dan kecil. Sehingga dia mengecilkan dan sangat menganggap enteng urusan itu.

Padahal di sisi Allah urusan kenabian, urusan keselamatan dunia dan akhirat adalah sesuatu yang besar. Yang karenanya Allah mengutus orang – orang pilihan diantara manusia. Yang karenanya pula Allah turunkan kitab suci.

Hanya karena cintaNya pada manusia agar manusia kembali kepada jalan yang lurus. Dan saat itu, sesosok makhluk yang telah diciptakanNya menganggap sangat enteng urusan tersebut.

Ide Abu Lahab ini kemudian tak lekas dimakan rapuhnya usia. Sebagaimana namanya yang Allah abadikan dalam Al Quran, idenya pun tetap lekang hingga kini di zaman modern. Bentuk ide Abu Lahab sekarang telah bertransformasi menjadi sesuatu yang baru dengan berbagai variannya. Namun pada intinya satu, yaitu menyepelekan masalah agama, syariat Islam.

Menyepelekan Agama ini sangatlah bervariasi, dari Iman yang lemah hingga orang yang mengaku beriman dan Islam yang hanya di KTP saja.

Golongan yang Imannya lemah menyepelekan Sholat berjamaah di masjid.
“Maka datanglah sesudah mereka (sesudah orang-orang pilihan Allah) pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui (akibat) kesesatannya.” (QS. Maryam:59)

Dan hendaknya orang-orang yang masih mempunyai iman di hatinya takut akan sabda Rasulullah SAW. Dari Jabir radhiallah anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW menyatakan.
‘Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata, Telah datang kepada Nabi seorang laki laki buta, dia berkata, Wahai Rasulullah saya tidak memiliki penuntun yang bisa menuntun saya ke mesjid.
Orang tadi memohon kepada Rasulullah agar memberi keringanan untuknya sehingga ia shalat di rumahnya, maka beliau pun memberikan izin untuknya. Tetapi tatkala orang itu mau pergi beliau memanggilnya dan bertanya, Apakah kamu mendengar adzan shalat ? Dia jawab, Ya. Beliau bersabda, Kalau begitu datangilah (panggilan shalat itu)
(HR. Muslim, hadits no. 1073 pada Kitab Riyadush Shalihin)

Golongan yang mengaku beriman.
Golongan yang mengaku beriman ini sangatlah unik, karena ingin digolongkan sebagai ummat Islam juga tapi tidak menunaikan hak-haknya.
yang paling sering dan bahkan sangat umum adalah wanita yang mengaku muslim tapi tidak mengenakan jilbab.

firman Allah ta’aala dalam surat Al-Ahzab ayat 59
“ Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Golongan Islam KTP.
Golongan ini peminatnya lumayan banyak, diantaranya adalah mereka yang sholat jumat kadang-kadang dan bahkan hanya sholat hari raya saja. mereka juga tidak peduli dengan hal-hal yang berbau keagamaan, hidup dengan makan, kawin, kerja, punya anak, lalu mati macam hewan.

Golongan yang terakhir adalah golongan yang paling parah..
Mereka mengaku beriman tapi menghina atau mencibir Sunnah-Sunnah Nabi, inilah golongan yang murni mengadopsi paham-paham Abu Lahab.

“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.”
(Muhammad : 31-30)

Inilah bentuk transformasi dari ide Abu Lahab 14 abad yang lalu. Sebuah bentuk penyepelean terhadap risalah kerasulan. Jika James Gwee dalam Business Revolution-nya berkata bahwa dalam membandingkan sesuatu itu harus compare apple with apple.

Bentuk transformasi sempurna dari kepompong ide Abu Lahab itu sekarang sering diwacanakan dan muncul menjadi sebuah virus SEPILIS di masyarakat. SEPILIS = Sekularis, Pluralis, dan Liberalis. Itulah virus baru yang becikal bakal dari penyepelean risalah kerasulan dan terhadap syariat Islam yang agung.

Ketika seseorang menyampaikan kajian keislaman berdasarkan Quran dan Sunnah dengan penafsiran para shahabat, maka merekapun berkata, “Cuma segitu? Use your own opinion to interpret Allah’s words man. That’s not cool.” Maka mereka pun berpegang pada Sugan dan Ceunah (sepertinya dan katanya) ketimbang pada Quran dan Sunnah.

"Ah jenggotkan cuma sunnah"
"Gak usah pake jenggot, keliatan gak bersih"
"Qo pake celana ajah gak becus (Hisbal), kyk orang kebanjiran ajah"
"ngpain pake jilbab, kan belum siap, lagian norak karena gak mengikuti zaman"
"Lihat tuh yang pake cadar, kyk ninja kampungan ajah"

Firman Allah SWT:
“Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman" (Bara'ah/At-Taubah: 65-66)

ini Masalah yang penting sekali, bahwa orang yang bersendau-gurau dengan menyebut-nyebut Allah, ayat-ayatNya atau Rasulullah adalah kafir.
Ini adalah tafsiran dari ayat tersebut di atas terhadap orang yang melakukan perbuatan itu, siapapun dia.
Kita terkadang membiarkan atau bahkan ikut tertawa apabila ada teman kita atau seseorang yang mengaku Islam tapi berani melecehkan atau mempelesetkan Ayat-2 Allah SWT dan Sunnah Baginda Rasulullah SAW.

Untuk golongan-golongan tersebut Allah menyatakan.
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." (Al Maidah :54)

Untuk mengganti Hamba yang tidak tau bersyukur seperti kita adalah mudah bagi Allah SWT

"Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian." (An Nisaa :133)

Saudaraku seiman Semoga Allah SWT mengekalkan hidayah dalam diri kita hingga nafas terakhir yang kita hembuskan dan kita terhindar dari sifat-sifat munafik.

Ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan dalam artikel ini dikarenakan kebodohan dan kekurangan ilmu saya sendiri.

..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu Ilaik Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

[maroji`:Gunawan Arief sent a message to the members of ikhwan akhwat anti pacaran]

Nasehat Ulama Untuk Para Penuntut Ilmu

Nasehat Ulama Untuk Para Penuntut Ilmu
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Tidaklah sampai kepadaku suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melainkan aku pasti beramal dengannya.”

Amr bin Qais al-Mala’i rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beramallah dengannya meskipun hanya sekali agar kamu termasuk penganutnya.” Syaikh Abdurrazzaq berkata, “Maksud ucapan beliau; beramallah dengannya meskipun hanya sekali, adalah dalam perkara sunnah dan amalan yang dianjurkan sedangkan dalam perkara wajib maka tidak cukup mengamalkannya sekali kemudian bisa disebut sebagai penganutnya.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal karya Syaikh Dr. Abdurrazzaq al-Badr, hal. 27)


Jangan tertipu dengan amalmu!

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah tatkala Ibrahim membangun pondasi Ka’bah dan juga Isma’il, mereka berdua berdoa; ‘Wahai Rabb kami terimalah amal kami’.” (QS. al-Baqarah: 127). Wuhaib bin al-Ward rahimahullah ketika membaca ayat ini maka ia pun menangis dan berkata, “Wahai kekasih ar-Rahman! Engkau bersusah payah mendirikan pondasi rumah ar-Rahman, meskipun demikian engkau merasa khawatir amalmu tidak diterima!” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 17)

Jadilah contoh yang baik!

Malik bin Dinar rahimahullah berkata, “Sesungguhnya seorang alim/ahli ilmu apabila tidak mengamalkan ilmunya maka nasehatnya akan luntur dari hati sebagaimana aliran air hujan yang melintasi bongkahan batu.” al-Ma’mun pernah berkata, “Kami lebih membutuhkan nasehat dengan perbuatan daripada nasehat dengan ucapan.” Syaikh Abdurrazzaq menceritakan: Suatu saat aku mengunjungi salah seorang bapak yang rajin beribadah di suatu masjid yang dia biasa sholat di sana. Beliau adalah orang yang sangat rajin beribadah. Ketika itu dia sedang duduk di masjid -menunggu tibanya waktu sholat setelah sholat sebelumnya- maka akupun mengucapkan salam kepadanya dan berbincang-bincang dengannya. Aku pun berkata kepadanya, “Masya Allah, di daerah kalian ini banyak terdapat para penuntut ilmu.” Dia berkata, “Daerah kami ini!”. Kukatakan, “Iya benar, di daerah kalian ini masya Allah banyak penuntut ilmu.” Dia berkata, “Daerah kami ini!”. Dia mengulangi perkataannya kepadaku dengan nada mengingkari. “Daerah kami ini?!”. Kukatakan, “Iya, benar.” Maka dia berkata, “Wahai puteraku! Orang yang tidak menjaga sholat berjama’ah tidak layak disebut sebagai seorang penuntut ilmu.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 36-37). Alangkah benar perkataan bapak tua tersebut, Ibnu Umar mengatakan, “Dahulu kami -para sahabat- apabila tidak menjumpai seseorang pada jama’ah sholat subuh dan isyak maka kamipun menaruh prasangka buruk kepadanya -jangan-jangan dia munafik, pent-.” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir dll, lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 37).

Bukankah tolabul ilmi amalan yang utama?

Abdullah bin al-Mu’taz rahimahullah berkata, “Ilmu seorang munafik itu terletak pada ucapannya, sedangkan ilmunya seorang mukmin terletak pada amalnya.” Sufyan rahimahullah pernah ditanya, “Menuntut ilmu yang lebih kau sukai ataukah beramal?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya ilmu itu dimaksudkan untuk beramal, maka jangan kau tinggalkan menuntut ilmu dengan alasan beramal, dan jangan kau tinggalkan amal dengan alasan menuntut ilmu.” (lihat Tsamrat al-’Ilmi al-’Amal, hal. 44-45).

Ya Allah, jadikanlah ilmu kami hujjah untuk membela kami, bukan hujjah yang menjatuhkan kami….

[maroji`:Robbi' Ali Nufail sent a message to the members of IPMB (Ikatan Pelajar Muslim Boyolali)]

Pageviews